Contoh Kata Baku yang Harus Kamu Tahu

Hai Sobat Baca, Apa Kabar?

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak variasi dan ragam. Salah satunya adalah bahasa baku dan non-baku. Sebagai seorang penulis atau pembicara, penting bagi kita untuk menguasai bahasa baku agar tidak salah kaprah dalam berkomunikasi. Berikut adalah beberapa contoh kata baku yang harus kamu ketahui.

Pertama, kita mulai dengan kata yang sering digunakan sehari-hari yaitu “bener”. Kata ini merupakan kata slang atau kata non-baku. Sebaiknya, gunakanlah kata “benar” atau “betul” sebagai penggantinya.

Selanjutnya, kita punya kata “bisa-bisa”. Kata ini adalah contoh dari reduplikasi dan merupakan kata non-baku. Gunakan kata “mungkin” atau “barangkali” sebagai gantinya.

Berikutnya, kita punya kata “dikit-dikit”. Kata ini juga merupakan contoh dari reduplikasi dan bukan termasuk kata baku. Sebaiknya, gunakan kata “sedikit demi sedikit” sebagai penggantinya.

Selain itu, masih banyak kata-kata non-baku yang sering digunakan di masyarakat seperti “cepet”, “nggak”, “gimana”, dan masih banyak lagi. Sebaiknya, gunakan kata-kata seperti “cepat”, “tidak”, “bagaimana”, dan sejenisnya sebagai penggantinya.

Tentunya, menjaga penggunaan kata baku di dalam bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah. Terkadang, kita sengaja atau tidak sengaja menggunakan kata non-baku dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan setiap kata yang kita gunakan.

Selain itu, sebagai penulis, penggunaan kata baku juga menjadi sangat penting. Hal ini akan membantu kita untuk menulis dengan bahasa yang baik dan benar. Dengan begitu, tulisan kita akan lebih mudah dipahami dan dikonsumsi oleh pembaca.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penggunaan kata baku dalam tulisan. Salah satunya dengan membiasakan diri membaca buku atau artikel yang menggunakan bahasa baku. Dengan begitu, kita akan lebih terbiasa dan dapat mempraktekkan penggunaan kata baku dalam tulisan kita.

Baca Juga  Sejarah Tari Tor Tor Dan Keunikannya Yang Cukup Terkenal

Selain itu, kita juga bisa menggunakan alat bantu seperti kamus atau aplikasi penerjemah untuk memeriksa kebenaran dari kata yang akan kita gunakan. Hal ini sangat membantu untuk menghindari kesalahan penggunaan kata non-baku di dalam tulisan kita.

Terakhir, penting bagi kita untuk mengerti perbedaan antara kata baku dan non-baku. Dengan begitu, kita akan lebih mudah dalam memilih kata yang tepat untuk digunakan dalam tulisan atau percakapan sehari-hari.

Kesimpulan

Penggunaan kata baku dalam bahasa Indonesia sangatlah penting untuk menjaga kualitas komunikasi dan tulisan. Dalam setiap percakapan sehari-hari atau dalam menulis, pastikan bahwa kata-kata yang digunakan adalah kata baku untuk menghindari kesalahpahaman. Tetap jaga kualitas bahasa dan selalu perhatikan setiap kata yang akan dipakai.

Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments