Tari Serimpi
channel-e.id

Sejarah dan Keunikan Tari Serimpi, Tarian Klasik Asal Yogyakarta

Salah satu tarian tradisional yang populer di Pulau Jawa adalah tari Serimpi. Tari Serimpi adalah tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan Surakarta. Tarian ini termasuk ungkapan seni komunitas bangsawan Jawa pada masa lampau. 

Daerah Jogja dan Solo identik dengan wilayah Keraton yang memang menawarkan kekentalan budaya yang tidak bisa kita ragukan. Awalnya tarian jawa klasik ini merupakan sajian dan tradisi yang dilakukan di lingkungan Keraton Kasultanan Mataram.

Bahkan sampai saat ini, tari serimpi masih terus berkembang dan tetap dilestarikan. 

Keunikan tari serimpi sudah terkenal sejak sejak era Kerajaan Mataram. 

Pada era Kerajaan Mataram, tarian ini berfungsi sebagai tari pengiring pada upacara kerajaan. Usianya sudah sekitar 400 tahun lebih dan dianggap sebagai tarian unik, sakral dan mistis. 

Masyarakat Jawa Tengah juga menganggap bahwa tarian ini memiliki tingkat kesakralan yang sama dengan benda-benda pusaka peninggalan raja-raja di era Jawa-Hindu. 

Ciri khas tari serimpi adalah bunyi gending dari gamelan yang mengikuti pergerakan para penari. Tarian ini terkenal memiliki gerak yang sangat halus dan juga terdapat cerita yang mengandung nilai simbolis.

Sejarah Tari Serimpi

Sejarah Tari Serimpi
riverspace.org

Sejarah tari serimpi tidak bisa lepas dari kisah Raja Mataram yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pada masa kekuasaan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam sudah mencapai puncak kejayaan dan sangat populer sampai ke penjuru nusantara. 

Salah satu bukti kejayaannya adalah dengan berkembangnya kesenian tradisional dari wilayah Keraton yaitu Tari Serimpi. Tarian ini diperkenalkan pada tahun 1613 – 1646 M.

Menurut sejarah tarian ini, tarian klasik ini cuma dipentaskan sebagai bagian dari ritual yang digelar di lingkungan keraton saja. Oleh sebab itu, tarian ini dianggap sakral dan mistis. 

Selain memiliki fungsi sakral, pada masa Sultan ke-3 ini juga memiliki fungsi lain yang ditampilkan pada acara-acara tertentu, misalnya acara peringatan hari penting Kerajaan.

Baca Juga  Korban Janji Chord: Ketika Tidak Semua yang Diucapkan Bisa Dipercaya

Penari-penari yang membawakan tari Serimpi juga tidak boleh dilakukan sembarang orang, melainkan hanya orang-orang yang terpilih saja yang bisa membawakan tarian ini.

Keunikan tarian Serimpi mengalami perubahan gerakan dan karakteristik pada saat Kerajaan Mataram terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta pada tahun 1775 M. 

Tapi esensi dari tariannya masih terus dipertahankan. Pada tahun 1778-1820 M, tarian ini muncul di lingkungan Keraton Surakarta. 

Sejak tahun 1920 M, Taman Siswa Yogyakarta pun memasukkan tarian ini ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah-sekolahnya, perkumpulan tari dan karawitan Krida Beksa Wirama.

Kemudian sejak Indonesia merdeka, pemerintah mulai mengembangkan dan melestarikan Tari Serimpi melalui akademi kesenian yaitu seni tari dan karawitan yang berada di wilayah Yogyakarta dan Surakarta. 

Baca juga: Sejarah Tari Topeng

Makna Tari Serimpi

Makna tari Serimpi ini cukup mendalam. Kata “Serimpi” berasal dari bahasa Jawa yaitu “impi” yang artinya “mimpi”. Maksudnya adalah tarian ini menggambarkan kelembutan dan keanggunan yang dimiliki oleh wanita Yogyakarta. 

Pada masa itu wanita Yogyakarta memang menjadi representasi dari karakter wanita Jawa yang sebenarnya. Dalam tarian tersebut juga terdapat pesan bahwa wanita jawa harus memiliki tutur kata halus dan lembut dalam bertingkah laku.

Apalagi kalau ditambah dengan adanya suara gending Jawa dan gamelan pengiring yang melantunkan irama nada asri nan damai, sehingga membuat penonton seakan-akan dibawa menuju ke alam mimpi.

Biasanya tarian ini dibawakan oleh 4 orang yang membentuk formasi segi empat. Jumlah penarinya juga melambngkan 4 arah mata angin atau 4 elemen yang ada di dunia. Misalnya angin (udara), bumi (tanah), toya (air) dan grama (api).

Masing-masing tarian Serimpi juga memiliki arti dan filosofinya, sesuai dengan tokoh mana yang ingin diceritakan. Misalnya, kisah sedih cinta segitiga yang diangkat dalam Serimpi Padhelori. 

Selain itu, yang paling populer adalah Serimpi Sangupati yang menceritakan kisah calon raja atau putra mahkota sebagai harapan penerus kekuasaan dan menjadi pengganti raja yang sebelumnya.

Baca Juga  Seberkas Sinar Chordtela

Pakaian Tari Serimpi

Pakaian Tari Serimpi
bergaya.id

Selain gerakan penari yang gemulai dan lemah lembut, para penari juga tampil cantik dan anggun dengan memakai pakaian adat Jawa, terutama pemakaian kemben wanita jawa yang begitu khas. 

Pakaian yang cantik ini berpadu dengan gerakan penari yang gemulai. Saat ini pakaian penari ini sudah berkembang dan berganti dengan memakai pakaian tanpa lengan bagian atas, dan pada bagian bawahnya memakai kain jarik bermotif batik.

Kepala penari juga dihias dengan gelungan, bunga dan hiasan seperti burung kasuari. Supaya penampilan penari semakin cantik, maka dilengkapi dengan berbagai aksesoris tambahan seperti kalung, gelang dan anting.

Kemudian untuk mempertegas gerakan yang dibawakan penari, ikut pula selendang yang dililitkan di pinggang dan keris yang diselipkan di bagian perut menyilang ke kiri. 

Musik Pengiring

Musik Pengiring Tari Serimpi
gasbanter.com

Musik pengiring yang dipakai dalam tarian Serimpi adalah gamelan Jawa, karena memang masih satu tubuh dengan budaya Jawa yang muncul pada masa kesultanan Jogja dan Surakarta.

Gamelan dengan alat musiknya yang khas terdengar serasi dengan gerakan tari yang lembut dan gemulai. Musik yang dipakai ketika penari masuk dan keluar pentas biasanya disebut dengan Gending Sabrangan.

Untuk bagian tengah tarian akan diiringi dengan Gending Ageng atau tengahan dan dilanjutkan dengan Gending Ladrang. 

Sementara pada bagian gerakan yang menampilkan adegan atau kisah peperangan, biasanya musik yang dipakai disebut dengan Ayak-ayakan dan Srebegan.

Jenis Tari

Tarian Serimpi memiliki gerakan – gerakan dengan tempo yang halus. Gerakan ini dilakukan penari dengan sangat pelan dan hal inilah yang menjadi ciri utama tarian ini. Karena mengikuti alunan musik yang mendayu-dayu.

Selain itu, gerakan kepala, kaki dan tangan juga dilakukan secara harmonis, sehingga makna dan simbolnya bisa sampai ke penonton. 

Baca Juga  Mimpi Potong Rambut: Mengungkap Arti di Balik Simbolisme

Walaupun dengan tempo yang pelan,terdapat tarian Serimpi heroik yang memiliki perpindahan gerakan dari yang pelan ke gerakan cepat, namun masih tetap teratur.

Pola lantai yang dipakai dalam tari Serimpi adalah pola lantai lurus atau pola horizontal dengan penar yang berjejer rapi.

Setelah membentuk jejeran dengan rapi, penari akan menarikan gerakannya dan tidak berpindah alias cuma dalam satu posisi saja. Pola ini sangat cocok dipakai karena senada dengan tempo gerakan dan musik yang pelan. 

Adapun beberapa jenis tarian Serimpi yang ada saat ini dengan masing-masing kisah dan makna didalamnya adalah sebagai berikut:

  • Tari Serimpi Padhelori, tarian ini diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana VI dan VII. Tarian ini memiliki kisah yaitu kisah Menak yang merupakan kisah Dewi Sirtu Filaeli yang berperang melawan Dewi Sudarawerti.
  • Tari Serimpi Cina, tarian ini berasal dari keraton Ngayogtakarta. 
  • Tari Serimpi Merak Kasimpir, tarian ini juga diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana VII. Tarian ini memiliki daya tarik berupa alunan Gendang Merak Kasimpir yang mengiringi tarian.
  • Tari Serimpi Sangupati, tarian ini adalah karya dari Pakubuwana IV, seorang Raja yang bertahta pada tahun 1788-1820, tapi tarian ini lebih populer sebagai ciptaan dari Pakubuwana IX.
  • Tari Serimpi Gendangwati, tarian ini dibuat oleh Sultan Hamengkubuwana V. Tarian ini mengangkat kisah mengenai Angling Darma yang memiliki kekuatan gaib dan dibawakan oleh 5 orang penari.
  • Tari Serimpi Anglirmendhung, tarian ini adalah gubahan tarian yang dilakukan oleh KGPAA Mangkunegara I.
  • Tari Serimpi Ludira Madu, tarian ini diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom, dengan tujuan supaya ia bisa mengenang mendiang sang ibu yaitu Adipati Cakraningrat yang merupakan keturunan Madura dari Pamekasan.

Demikianlah pembahasan mengenai sejarah dan keunikan tari Serimpi, tarian klasik asal Yogyakarta yang awalnya bernuansa mistik, kemudian mengalami cukup banyak perubahan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments